Jelang Panen Raya, Satgas Pangan Pastikan Sampang Aman dari Ancaman Kelangkaan Beras

Editor MCN
17 Mei 2026 11:24
2 menit membaca

MCN | Sampang, Jawa Timur — Kepastian soal ketersediaan pangan akhirnya disampaikan langsung oleh Satgas Pangan Polres Sampang. Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap fluktuasi harga bahan pokok dan ancaman krisis pangan di sejumlah daerah, Polres Sampang memastikan stok beras di Kabupaten Sampang dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

Pengecekan intensif dilakukan Satgas Pangan Polres Sampang pada Sabtu, 16 Mei 2026, dengan menyasar Gudang Bulog Kabupaten Sampang. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan distribusi dan penguatan ketahanan pangan nasional sebagaimana program prioritas pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

Dari hasil monitoring di lapangan, petugas menemukan cadangan beras yang tersimpan di Gudang Bulog mencapai sekitar 200 ton. Tidak hanya itu, dalam waktu dekat Bulog Sampang juga dijadwalkan menerima tambahan pasokan beras sebanyak 100 ton untuk memperkuat stok cadangan pangan daerah.

Kasatgas Pangan Polres Sampang menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu terpancing isu kelangkaan beras maupun melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, kondisi pangan di Kabupaten Sampang masih sangat terkendali dan berada pada level aman.

“Alhamdulillah, stok beras di Gudang Bulog Sampang saat ini mencapai 200 ton. Dalam waktu dekat juga akan ada tambahan 100 ton lagi. Jumlah tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga sampai enam bulan ke depan. Ini bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan Presiden,” ujarnya.

Selain melakukan pengawasan stok, Satgas Pangan Polres Sampang juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sampang terkait kesiapan Panen Raya Kwartal II yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Panen raya tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan ketersediaan gabah dan memperkuat stabilitas harga beras di pasaran.

Sinergi antara Polri, Bulog, Dinas Pertanian, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga rantai distribusi pangan tetap berjalan lancar. Pengawasan juga diperketat untuk mencegah adanya praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat kecil.

Polres Sampang menegaskan akan terus hadir mengawal distribusi pangan mulai dari gudang penyimpanan hingga pasar tradisional. Upaya itu dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau, terutama menjelang momentum panen raya dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan stok pangan yang dinyatakan aman serta dukungan panen raya yang segera berlangsung, Kabupaten Sampang dinilai berada dalam posisi yang cukup kuat menghadapi kebutuhan pangan beberapa bulan mendatang. Pemerintah dan aparat berharap masyarakat tetap tenang serta bersama-sama menjaga stabilitas pangan daerah.(M.A).