Seleksi BCKS Sampang Diduga Sarat Like and Dislike

Editor MCN
29 Mei 2026 15:34
2 menit membaca

MCN | Sampang, Jawa Timur – Proses Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tingkat Sekolah Dasar (SD) yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menuai sorotan tajam dari sejumlah kalangan. Seleksi tersebut diduga tidak berjalan objektif dan dinilai bertolak belakang dengan visi misi Bupati Sampang dalam membangun kualitas pendidikan yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Kritik itu mencuat setelah beberapa peserta yang dinyatakan tidak lolos pada tahapan administrasi mempertanyakan mekanisme penilaian yang dilakukan pihak Dinas Pendidikan. Mereka menilai proses seleksi terkesan tidak transparan dan sarat dugaan praktik like and dislike yang dapat mencederai semangat reformasi dunia pendidikan di Kabupaten Sampang.

Salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya mengaku heran atas hasil seleksi administrasi yang dinilai tidak masuk akal. Padahal, seluruh berkas dan persyaratan yang diminta telah dipenuhi sesuai petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.

“Semua persyaratan sudah saya lengkapi sesuai ketentuan dari dinas, tapi tetap tidak lolos administrasi. Ini yang membuat kami bingung,” ujarnya kepada awak media, Kamis (28/05/2026).

Menurutnya, seleksi BCKS seharusnya lebih memprioritaskan guru-guru yang bertugas di sekolah yang masih kosong kepala sekolah definitifnya. Namun fakta di lapangan justru ditemukan adanya peserta yang berasal dari sekolah yang masih memiliki kepala sekolah definitif tetapi dinyatakan lolos administrasi.

“Ini menandakan seleksi tidak berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Seharusnya penempatan dan seleksi calon kepala sekolah disesuaikan dengan kebutuhan sekolah yang memang kosong kepala sekolah definitif,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Tidak hanya itu, informasi yang dihimpun media ini juga menyebutkan bahwa terdapat sejumlah guru yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah justru tidak lolos tahap administrasi. Padahal, mereka dinilai memiliki pengalaman memimpin sekolah bahkan sebagian di antaranya memiliki prestasi di bidang pendidikan.

“Banyak PLT kepala sekolah yang sudah berpengalaman dan berprestasi malah tidak lolos administrasi. Ini sangat disayangkan karena seleksi administrasi terkesan asal-asalan dan tidak jelas indikator penilaiannya,” tambah sumber tersebut.

Situasi ini pun memunculkan kekhawatiran publik terhadap kualitas dan integritas proses seleksi calon kepala sekolah di Kabupaten Sampang. Jika dugaan tersebut benar, maka kondisi itu dinilai dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan sekaligus mencederai semangat peningkatan mutu pendidikan yang selama ini digaungkan pemerintah daerah.

Hingga berita ini ditulis dan disiarkan, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Yanto, belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan ketidakobjektifan dalam seleksi BCKS tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp yang dilakukan awak media sejak Kamis hingga Jumat (29/05/2026) belum mendapat respons.(M.A).