Telasan Topak, Tradisi Unik Madura yang Tak Sekadar Perayaan Usai Lebaran

Editor MCN
28 Mar 2026 17:12
2 menit membaca

MCN | Sampang, Jawa Timur – Tradisi Lebaran Ketupat atau yang dikenal masyarakat Madura sebagai Telasan Topak kembali menjadi perbincangan hangat setiap usai Hari Raya Idulfitri. Perayaan ini umumnya dilaksanakan pada hari ketujuh setelah Idulfitri sebagai penutup rangkaian ibadah puasa Syawal. Sabtu, 28/03/2026.

Telasan Topak adalah tradisi menyajikan ketupat lengkap dengan lauk pauk seperti opor ayam, sate, dan hidangan khas lainnya sebagai simbol rasa syukur.

Tradisi ini dilaksanakan yakni pada 7 Syawal, setelah umat Muslim menjalankan puasa sunnah enam hari. Di mana tradisi ini berkembang kuat, salah satunya di wilayah Madura, termasuk Kabupaten Sampang.

Masyarakat Madura dari berbagai kalangan, baik di kampung halaman maupun perantauan. Mengapa tradisi ini dilakukan karena diyakini memiliki makna religius sekaligus sosial. Selain sebagai bentuk syukur, Telasan Topak juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan tetangga.

Menurut berbagai versi yang berkembang di masyarakat, bagaimana makna Lebaran Ketupat tidak hanya sebatas tradisi kuliner. Sebagian masyarakat meyakini ketupat merupakan simbol “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. Anyaman janur yang rumit melambangkan kompleksitas kesalahan manusia, sementara isi beras putih mencerminkan hati yang kembali suci.

Versi lain menyebutkan bahwa tradisi ini erat kaitannya dengan dakwah Sunan Kalijaga yang memperkenalkan ketupat sebagai media syiar Islam di tanah Jawa, yang kemudian menyebar hingga Madura. Dalam pandangan ini, ketupat menjadi simbol penyempurnaan ibadah setelah Ramadan dan puasa Syawal.

Sejumlah tokoh masyarakat di Sampang menyebutkan bahwa Telasan Topak juga memiliki nilai budaya yang kuat.

“Ini bukan sekadar makan ketupat, tapi momentum memperkuat kebersamaan dan saling memaafkan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Dengan berbagai makna yang berkembang, tradisi Lebaran Ketupat di Madura tetap lestari hingga kini. Selain memperkaya khazanah budaya lokal, Telasan Topak juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kearifan lokal di tengah masyarakat modern.(M.A).