Caption foto:
Sudarmanto Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang, Jawa Timur.MCN | Sampang, Jawa Timur – Polemik mengenai menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Madura, belakangan ramai menjadi perbincangan publik. Sejumlah laporan menyebutkan adanya ketidaksesuaian menu yang diterima para siswa sebagai penerima manfaat. Namun, Satgas MBG Kabupaten Sampang menyatakan laporan tersebut tidak berasal langsung dari penerima program, melainkan dari kalangan wartawan, sehingga akurasi datanya dinilai masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto, mengatakan hingga saat ini pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut masih berjalan dan bahkan terus mengalami perluasan cakupan pelayanan.
“Saat ini tercatat sekitar 124 dapur MBG telah beroperasi untuk melayani kebutuhan makan bergizi bagi para penerima manfaat di berbagai sekolah di Kabupaten Sampang,” ungkap Sudarmanto kepada awak media, Selasa (11/3/2026).
Meski demikian, Sudarmanto tidak menampik adanya sejumlah laporan terkait menu MBG yang dinilai tidak sesuai dengan standar yang diharapkan. Namun menurutnya, setelah dilakukan pengecekan langsung oleh tim di lapangan, kondisi yang dilaporkan tidak sepenuhnya terbukti.
“Keluhan yang kami terima memang terkait menu yang dianggap tidak sesuai. Tetapi setelah kami cek langsung di lapangan, ternyata kondisinya juga sesuai dengan ketentuan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa laporan tersebut bukan berasal dari siswa atau pihak sekolah sebagai penerima manfaat langsung, melainkan dari pihak luar yang menyampaikan informasi kepada Satgas MBG.
“Yang melaporkan justru wartawan, bukan penerima manfaat. Jadi akurasi datanya belum klik begitu,” ujar Sudarmanto.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program MBG di Kabupaten Sampang masih tergolong baru karena baru berjalan sekitar sembilan bulan. Oleh karena itu, berbagai evaluasi dan penyempurnaan sistem akan terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin optimal dan tepat sasaran.
“Program ini baru berjalan sembilan bulan. Jepang yang sudah menjalankan program serupa selama 70 tahun saja masih menemukan persoalan, jadi tentu sistem di sini juga akan terus kami perbaiki,” jelasnya.
Sebagai langkah perbaikan ke depan, Satgas MBG berencana melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap kualitas menu yang diberikan kepada siswa.
“Nanti ke depan Disdik akan mengupayakan agar setiap kepala sekolah ikut bertanggung jawab terhadap menu yang diberikan kepada siswa,” tambahnya.
Sudarmanto juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kualitas layanan bagi para penerima manfaat.
“Ini program yang sangat baik untuk meningkatkan gizi anak-anak. Karena itu seluruh SPPG wajib melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab dan dengan cara-cara yang baik,” pungkasnya.(M.A).