Ormas GAIB Soroti Sistem Pengawasan PLN ULP Sampang, Desak Audit dan Investigasi

Editor MCN
16 Jul 2026 12:56
2 menit membaca

MCN | Sampang, Jawa Timur – Persoalan infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga mengeluhkan banyaknya tiang listrik milik PLN yang mengalami kemiringan di berbagai titik serta kondisi voltase listrik yang tidak stabil. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat dan diduga menjadi penyebab rusaknya berbagai peralatan elektronik milik pelanggan.

Keluhan masyarakat tersebut memicu reaksi keras dari Organisasi Masyarakat (Ormas) GAIB yang dipimpin langsung Ketua Umum Habib Yusuf. Menurutnya, banyaknya laporan yang diterima menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap sistem pengawasan dan pelayanan PLN kepada pelanggan di Kabupaten Sampang. Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena menyangkut keselamatan masyarakat.

Habib Yusuf mengungkapkan, pihaknya telah berupaya mencari titik temu dengan PLN ULP Sampang agar berbagai persoalan tersebut segera mendapatkan solusi. Namun, hasil komunikasi yang dilakukan dinilai belum memberikan kepastian. Menurutnya, pihak PLN justru lebih banyak mengarahkan persoalan kepada unit di atasnya, yakni ULP Pamekasan, sehingga masyarakat menilai ada kesan saling melempar tanggung jawab.

“Keluhan masyarakat sudah sangat banyak. Yang kami sayangkan, pengawasan di lapangan seolah tidak maksimal. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya penjelasan administratif,” tegas Habib Yusuf. Kamis, 16/07/2026.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Manager PLN ULP Sampang, Makhfud, menjelaskan bahwa setiap usulan perbaikan sebaiknya disampaikan secara resmi melalui surat agar seluruh laporan terdokumentasi dengan baik. Menurutnya, mekanisme administrasi diperlukan agar usulan tetap dapat ditindaklanjuti meski terjadi pergantian pejabat di kemudian hari.

Makhfud juga menyampaikan bahwa PLN telah mengusulkan sejumlah pembangunan jaringan listrik baru di beberapa lokasi. Ia mengakui masih terdapat wilayah yang membutuhkan perbaikan jaringan maupun penguatan infrastruktur. Namun, menurutnya, proses tersebut dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan ketersediaan material dan skala prioritas pekerjaan.

Terkait persoalan voltase listrik yang tidak stabil, Makhfud menjelaskan bahwa secara teknis kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh panjang jaringan distribusi maupun faktor teknis lainnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan upaya perbaikan tegangan dan pembangunan jaringan baru melalui mekanisme yang telah ditetapkan PLN, termasuk tanpa membebankan biaya pembangunan jaringan kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, masyarakat berharap penjelasan tersebut diikuti dengan langkah konkret di lapangan. Warga meminta PLN segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap tiang listrik yang mengalami kemiringan serta mempercepat penanganan gangguan voltase agar tidak terus merugikan pelanggan. (M.A).