Antrean Mengular di Tengah Kelangkaan Pertalite, Dugaan Pengisian Jeriken di SPBU Banyuanyar di Sorot

Editor MCN
7 Jul 2026 11:21
2 menit membaca

MCN | Sampang, Jawa Timur – Dugaan pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite ke jeriken di tengah antrean panjang kendaraan menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Sampang. Peristiwa yang disebut terjadi di SPBU 54.692.05 Banyuanyar pada Minggu (5/7/2026) memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di tengah kondisi pasokan yang masih terbatas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pengendara roda dua dan roda empat harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan Pertalite. Namun, di saat antrean belum terurai, beredar dugaan adanya pelayanan pengisian BBM ke dalam jeriken berbahan plastik. Kondisi tersebut memicu reaksi warga yang merasa hak mereka sebagai pengguna kendaraan tidak mendapat prioritas.

Salah seorang pengendara, Mohammad, mengaku menyaksikan langsung dugaan aktivitas tersebut. Ia menilai pelayanan terhadap jeriken ketika masyarakat masih mengantre panjang menimbulkan kesan tidak adil dan berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap mekanisme penyaluran BBM bersubsidi.

“Kalau memang benar seperti itu, sangat tidak adil. Kami mengantre lama untuk mendapatkan Pertalite, sementara jeriken justru diduga tetap dilayani. Kami berharap ada tindakan tegas dari pihak yang berwenang agar penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran,” ujar Mohammad. Selasa, 07/07/2026.

Mohammad juga menduga praktik serupa bukan pertama kali terjadi. Karena itu, ia meminta Pertamina, Hiswana Migas, serta instansi pengawas terkait melakukan pemeriksaan secara menyeluruh apabila ditemukan indikasi pelanggaran terhadap aturan distribusi BBM bersubsidi.

Selain menjadi sorotan dari sisi pelayanan, dugaan pengisian BBM menggunakan jeriken berbahan plastik juga memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap prosedur keselamatan operasional dan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi. Apabila tidak sesuai regulasi, praktik tersebut dinilai berpotensi mengganggu distribusi yang seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat pengguna kendaraan.

Kelangkaan Pertalite yang masih terjadi di sejumlah wilayah seharusnya menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperketat pengawasan distribusi. Mengingat BBM bersubsidi merupakan program pemerintah yang dibiayai negara, setiap penyalurannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU 54.692.05 Banyuanyar maupun pihak terkait mengenai dugaan tersebut.(M.A).