MCN | Sampang, Jawa Timur – Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti kediaman Ust Zahri di Desa Pandan Barat, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Senin (13/10/2025). Acara resepsi pernikahan putra pertama beliau, Mahbubillah, dengan Shofiyatin berlangsung khidmat dan penuh makna, disaksikan keluarga besar, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Pernikahan serta do’a yang digelar di rumah mempelai pria tersebut turut dihadiri Komisaris PT Madura Raya Multimedia, R.H. Aulia Rahman, yang hadir secara langsung memberikan doa restu. Kehadiran tokoh muda Madura itu menjadi perhatian tamu undangan karena dinilai membawa suasana hangat dan penuh keberkahan bagi kedua mempelai.
Mahbubillah merupakan putra pertama dari pasangan Ust Zahri dan Ny. Muyassaroh, warga Desa Pandan Barat, Kecamatan Omben. Sementara mempelai wanita, Shofiyatin, adalah putri kedua pasangan Bapak Ghozaly dan Ibu Munawaroh asal Desa Rowek Baruh, Kecamatan Sampang. Prosesi akad nikah sebelumnya telah dilangsungkan pada Rabu Legi, 9 April 2025 (10 Syawal 1446 H) di Pondok Pesantren Assa’idiyah Sampang, dipimpin langsung oleh KH. Annur Rofiq Mansyur.
Dalam sambutannya, Ust Zahri menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas berlangsungnya pernikahan putranya. Ia juga menuturkan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh tamu, terutama kepada Komisaris PT Madura Raya Multimedia.
“Kami merasa terhormat atas kehadiran Bapak R.H. Aulia Rahman. Semoga membawa barokah bagi putra kami Mahbubillah dan menantunya Shofiyatin dalam membangun rumah tangga,” ujarnya.
Sementara itu, R.H. Aulia Rahman dalam kesempatan tersebut turut memberikan pesan dan doa kepada kedua mempelai agar selalu menjaga keharmonisan rumah tangga.
“Semoga pernikahan ini menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ungkapnya.
Acara pernikahan berlangsung sederhana namun penuh makna. Para tamu undangan terlihat menikmati suasana akrab di bawah tenda berhias warna cerah, dengan sajian khas Madura yang menggugah selera. Doa dan ucapan selamat terus mengalir dari para tamu kepada kedua mempelai serta keluarga besar.
Tradisi dan nuansa lokal Madura tampak kental dalam acara tersebut. Para undangan, termasuk tokoh masyarakat dan perangkat desa, hadir dengan mengenakan busana adat khas seperti sarung dan baju koko, menambah kesan religius dan budaya yang kuat dalam momen sakral itu.
Dengan berakhirnya acara resepsi, masyarakat berharap kehadiran tokoh publik seperti R.H. Aulia Rahman dalam kegiatan sosial dan keagamaan di pedesaan terus berlanjut, sebagai bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai kebersamaan dan keberkahan dalam ke hidupan bermasyarakat.(M.A).