Kediaman ibu Suryati yang memperlihatkanMCN | Sampang, Jawa Timur – Potret kemiskinan dan keterlantaran warga kembali tersingkap di Kabupaten Sampang, Madura. Adalah Suryati (45), ibu rumah tangga asal Dusun Durbugen, Desa Larlar, Kecamatan Banyuates, yang kini hanya bisa terbaring lemah selama empat tahun terakhir akibat penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Ia tinggal di rumah reyot berdinding anyaman bambu bersama suami dan seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP.
Kondisi keluarga Suryati sungguh memprihatinkan. Suaminya tak lagi mampu bekerja karena kesehatan yang ikut memburuk, sehingga kehidupan sehari-hari hanya bergantung pada belas kasih tetangga.
“Ibu ini sakit sudah sekitar empat tahun. Kalau untuk berjalan sudah tidak bisa, jadi hanya terbaring di tempat tidur lebih dari dua tahun terakhir,” ujar Suhedeh, tetangga yang kerap membantu merawatnya, Sabtu (30/8/2025).
Yang lebih memilukan, sang anak perempuan yang baru berusia 16 tahun harus menggantikan peran orang tuanya. Dari memasak, menyuapi, hingga menjaga ibunya yang tak berdaya dilakukan tanpa keluhan.
“Kadang yang masak Anaya, dan biasanya tetangga yang sering mengirim makanan secara bergantian,” tambah Suhedeh.
Meski hidup dengan segala keterbatasan, keluarga ini mengaku tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Padahal kondisi mereka sudah lama diketahui warga sekitar.
“Setahu saya, Bu Suryati ini tidak pernah mendapat bantuan, Mas. Kami juga tidak tahu harus mengadu ke mana,” tutur Suhedeh dengan nada kecewa.
Sebelumnya, demi pengobatan, keluarga Suryati bahkan rela menjual tanah dengan biaya hingga Rp30 juta. Namun hasilnya nihil, penyakit tak kunjung sembuh, justru membuat mereka semakin terpuruk.
“Sejak itu kami takut berobat lagi karena sudah tidak punya biaya. Semoga pemerintah bisa membantu kami,” ungkap Suhedeh dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Larlar, Suharto, saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui kondisi warganya tersebut.
“Saya masih baru di sini, Mas. Saya akan konfirmasi dulu ke bawah terkait kondisi Bu Suryati,” singkatnya.
Kisah pilu Suryati mencerminkan masih adanya warga Sampang yang hidup dalam lingkar kemiskinan dan tanpa akses kesehatan yang layak. Harapan sederhana itu kini hanya tertumpu pada perhatian pemerintah dan uluran tangan dermawan, agar keluarga kecil ini bisa kembali menjalani hidup lebih manusiawi.(M.A).