Caption Foto: Menteri PPPA Arifah Fauzi menghadiri pertemuan tertutup di Pendopo Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Senin (13/7/2026), di tengah sorotan nasional terhadap kasus dugaan rudapaksa yang menyeret 27 tersangka. Seusai pertemuan, rombongan meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan kepada awak media.MCN | Sampang, Jawa Timur – Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, ke Kabupaten Sampang, Senin (13/7/2026), menjadi sorotan publik. Kehadiran Menteri berlangsung di tengah perhatian nasional terhadap pengungkapan kasus dugaan rudapaksa terhadap seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang menyeret 27 tersangka. Namun, kunjungan tersebut berakhir tanpa adanya penjelasan resmi kepada awak media.
Setibanya di Kabupaten Sampang, Menteri PPPA bersama rombongan langsung menuju Pendopo Trunojoyo untuk menggelar pertemuan tertutup dengan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, serta Kapolres Sampang AKBP Hartono. Pertemuan berlangsung secara tertutup tanpa akses bagi wartawan maupun penyampaian agenda resmi kepada publik.
Momentum kunjungan itu menjadi perhatian karena aparat kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyidikan perkara dugaan rudapaksa yang mengguncang Kabupaten Sampang. Berdasarkan data yang telah disampaikan kepolisian, sebanyak 13 tersangka telah diamankan, sedangkan 14 tersangka lainnya masih dalam proses pengejaran.
Sejumlah jurnalis dari berbagai media telah menunggu di pintu barat Pendopo Trunojoyo sejak pertemuan berlangsung. Mereka berharap dapat memperoleh keterangan langsung dari Menteri PPPA terkait langkah pemerintah pusat dalam memberikan perlindungan kepada korban, pendampingan psikologis, serta sinergi penegakan hukum terhadap para pelaku.
Namun harapan tersebut tidak terwujud. Seusai pertemuan, Menteri PPPA bersama rombongan memilih meninggalkan Pendopo Trunojoyo melalui pintu timur. Rombongan langsung menuju kendaraan dinas tanpa memberikan konferensi pers maupun kesempatan wawancara kepada awak media yang telah menunggu cukup lama.
Tidak adanya pernyataan resmi dari Menteri PPPA memunculkan pertanyaan mengenai substansi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Padahal, masyarakat menantikan informasi terkait langkah konkret pemerintah dalam memastikan perlindungan korban, percepatan penanganan perkara, serta upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Kepala Bidang PPPA Dinas Sosial PPA Kabupaten Sampang, Masruhah, juga belum bersedia memberikan penjelasan mengenai hasil pertemuan tersebut. Saat dikonfirmasi usai kegiatan, ia hanya menyampaikan singkat, “Besok ya mas, saya masih ada kegiatan,” ujarnya kepada wartawan. Selasa, 14/07/2026.
Kasus dugaan rudapaksa yang melibatkan puluhan tersangka tersebut masih menjadi perhatian luas masyarakat. Publik kini menunggu keterbukaan informasi dari pemerintah maupun aparat penegak hukum mengenai hasil koordinasi dengan Menteri PPPA, sekaligus memastikan proses hukum berjalan transparan, korban memperoleh perlindungan maksimal, serta seluruh pelaku dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(M.A).