Caption Foto: Aipda Dedi, personel Polres Sampang.MCN | Sampang, Jawa Timur – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, sosok Aipda Dedi, personel Polres Sampang, menjadi perhatian publik setelah videonya saat mendokumentasikan acara pernikahan warga viral di berbagai platform digital. Di balik kamera yang ia pegang, tersimpan kisah pengabdian yang menunjukkan bahwa seorang anggota Polri tetap dapat hadir secara humanis tanpa mengesampingkan tugas utamanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Jum’at, 03/07/2026.
Video yang memperlihatkan Aipda Dedi begitu fokus mengambil gambar di pelaminan pengantin memunculkan beragam respons positif dari masyarakat. Banyak warganet menilai aksi tersebut mencerminkan kedekatan polisi dengan masyarakat sekaligus menghadirkan wajah Polri yang lebih humanis dan bersahabat di tengah kehidupan sosial warga.
Saat dikonfirmasi, Aipda Dedi membenarkan bahwa sosok dalam video yang beredar luas itu adalah dirinya. Ia menjelaskan, keterampilan di bidang fotografi dan videografi merupakan hobi yang telah ia tekuni selama kurang lebih delapan tahun dan terus diasah hingga mampu menghasilkan dokumentasi yang berkualitas.
“Benar, video yang beredar di media sosial itu adalah saya. Hobi ini sudah saya tekuni sekitar delapan tahun. Saya senang membantu masyarakat mengabadikan momen penting dalam kehidupan mereka,” ujar Aipda Dedi.
Alumni Pondok Pesantren Nurul Hidayah Temoran, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang itu mengaku ketertarikannya terhadap dunia multimedia berawal sejak masih menempuh pendidikan di pesantren. Berbekal hobi tersebut, ia memilih memanfaatkannya sebagai sarana membantu masyarakat, terutama saat kegiatan sosial maupun acara keluarga, tanpa menjadikannya sebagai aktivitas komersial.
Menurutnya, seluruh kegiatan dokumentasi yang dilakukan selalu menyesuaikan dengan waktu luang di luar jam dinas. Ia menegaskan, tugas sebagai anggota Polri tetap menjadi prioritas utama sehingga aktivitas hobinya tidak pernah mengganggu kewajiban kedinasan.
“Semua kegiatan ini saya lakukan saat sedang tidak bertugas. Tugas sebagai anggota Polri tetap menjadi prioritas utama dan tidak boleh terganggu oleh aktivitas pribadi,” tegasnya.
Sikap sederhana dan kepedulian Aipda Dedi menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak warga menilai kehadirannya tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan nilai kebersamaan melalui sentuhan kreativitas yang membantu masyarakat mengabadikan momen berharga. Aksi tersebut dinilai memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.
Kisah inspiratif Aipda Dedi menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui penegakan hukum semata. Empati, kepedulian, dan kemampuan memanfaatkan keahlian pribadi untuk kepentingan sosial juga menjadi bagian penting dari semangat pengabdian seorang anggota Polri. Sosoknya kini menjadi inspirasi bahwa profesionalisme dan sisi humanis dapat berjalan beriringan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(M.A).