BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sampang, Nelayan dan Petambak Diminta Siaga

Editor MCN
31 Mei 2026 17:15
2 menit membaca

MCN | Sampang, Jawa Timur – Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Kabupaten Sampang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pasang air laut tinggi atau banjir rob yang diperkirakan terjadi pada.

Fenomena ini berkaitan dengan meningkatnya ketinggian muka air laut menjelang fase Bulan Purnama pada akhir Mei yang berpotensi memicu genangan di sejumlah kawasan pesisir.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pasang maksimum air laut berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk kawasan perairan Jawa Timur dan Pulau Madura. Kondisi tersebut dapat menyebabkan naiknya permukaan air laut yang berisiko menggenangi daerah pesisir dengan elevasi rendah.

Di Kabupaten Sampang, wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Madura dan Laut Jawa menjadi area yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai, terutama nelayan, petambak garam, serta pelaku usaha perikanan, diminta untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan pasang surut air laut.

Pasang air laut tinggi diperkirakan dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat pesisir. Selain berpotensi menggenangi akses jalan dan kawasan permukiman, kondisi tersebut juga dapat mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan rakyat, distribusi hasil tangkapan nelayan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.

Salah seorang warga pesisir Camplong, Bahri, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi banjir rob yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya, sebagian besar warga pesisir Sampang menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan, tambak, dan aktivitas pelabuhan rakyat sehingga dampak pasang laut dapat dirasakan secara langsung.

“Genangan air laut berpotensi merendam akses jalan, kawasan tambak, hingga permukiman warga yang berada dekat garis pantai sehingga aktivitas masyarakat menjadi terbatas,” ujar Bahri saat dimintai keterangan terkait kondisi pesisir Sampang.Minggu, 31/05/2026.

Sejumlah warga berharap pasang air laut yang terjadi tidak berlangsung secara ekstrem sehingga aktivitas perikanan dan transportasi laut tetap dapat berjalan normal. Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai genangan signifikan maupun gangguan besar yang terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Sampang.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi perairan dan perkembangan pasang surut air laut. Masyarakat diimbau segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kenaikan muka air laut yang berpotensi mengganggu aktivitas maupun mengancam keselamatan warga di kawasan pesisir, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.(M.A).