Nelayan Mandangin Hilang di Laut, Ditemukan Tak Bernyawa Sejauh 14 Kilometer dari Lokasi Jatuh

Editor MCN
18 Mei 2026 15:19
2 menit membaca

MCN | Sampang, Jawa Timur – Upaya pencarian terhadap korban laka laut di perairan Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang pria bernama Jumail (57), warga Dusun Tengah, Desa Mandingan, dalam kondisi meninggal dunia (MD), Senin (18/5/2026).

Korban sebelumnya dilaporkan terjatuh dari kapal di wilayah perairan Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh unsur SAR gabungan dengan melakukan operasi pencarian sejak hari pertama kejadian hingga memasuki hari kedua operasi SAR.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Moh Hozin, menjelaskan bahwa pada pukul 12.00 WIB tim menerima laporan dari seorang pemancing terkait adanya penemuan jenazah di sekitar Sungai Majungan, Kecamatan Sreseh.

“Setelah menerima informasi dari pemancing, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi penemuan untuk memastikan identitas korban,” ujar Moh Hozin dalam laporan resminya.

Ia menambahkan, sekitar pukul 12.45 WIB korban berhasil dievakuasi oleh petugas dalam keadaan meninggal dunia di titik koordinat 7°12’27.55″S 113°08’01.77″E dengan jarak kurang lebih 14 kilometer dari lokasi kejadian kecelakaan laut (LKK).

“Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Sampang untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup,” tegasnya.

Operasi pencarian tersebut melibatkan sejumlah unsur gabungan di antaranya BPBD Sampang, Sat Polairud Polres Sampang, Basarnas Pos SAR Sumenep, TNI AL, AGISENA BPBD Jawa Timur, dan PMI Sampang. Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan perahu karet milik BPBD Sampang dan Basarnas.

Sementara itu, kondisi cuaca selama proses pencarian dilaporkan cerah sehingga memudahkan tim SAR dalam melakukan penyisiran di area perairan. Pada pukul 13.30 WIB, seluruh unsur SAR melaksanakan debriefing dan kembali ke kesatuan masing-masing setelah operasi resmi dihentikan.(M.A).