Dinsos Sampang Mulai Jaring Calon Siswa Sekolah Rakyat 2026, Prioritaskan Anak dari Keluarga Miskin

Editor MCN
18 Mei 2026 15:15
2 menit membaca

MCN | Sampang, Jawa Timur – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang mulai melakukan penjaringan calon siswa untuk program Sekolah Rakyat (SR) tahun pelajaran 2026-2027. Program yang digagas pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia itu diproyeksikan menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sampang.

Sekretaris Dinsos Kabupaten Sampang, Muh Nasrun, menyampaikan bahwa proses penjaringan mulai dilakukan sejak sekarang karena kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Sampang ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026-2027, setelah pembangunan gedung sekolah selesai dilaksanakan.

“Sesuai target yang ditetapkan Kementerian Sosial, Juni 2026 ini pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Sampang rampung dan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar,” ujar Nasrun. Senin, 18/05/2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan data dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, terdapat sebanyak 94.472 anak usia sekolah di Kabupaten Sampang yang masuk dalam daftar sasaran program Sekolah Rakyat. Data tersebut saat ini sedang diverifikasi melalui proses penjangkauan langsung oleh tenaga sosial di lapangan.

“Sekarang kami masih dalam proses penjangkauan dengan melibatkan tenaga sosial di daerah. Data sebanyak 94.472 anak itu sudah berbentuk prelist by name by address untuk sasaran Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang,” katanya.

Menurut Nasrun, puluhan ribu calon siswa potensial tersebut berasal dari kelompok desil satu dan dua, yakni kategori keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Dari jumlah tersebut nantinya akan dilakukan seleksi secara ketat guna memenuhi kuota penerimaan siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Sampang.

Kabupaten Sampang sendiri masuk dalam program Sekolah Rakyat Terintegrasi yang mencakup jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA. Pemerintah menargetkan kebutuhan siswa sebanyak 270 anak untuk seluruh jenjang pendidikan yang tersedia di sekolah tersebut.

“Kebutuhan setiap jenjang sebanyak 90 siswa, sehingga total keseluruhan mencapai 270 siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nasrun menegaskan bahwa proses penjaringan dilakukan secara selektif dan tidak hanya berfokus pada validasi data calon siswa. Petugas juga memastikan kesiapan orang tua agar program pendidikan tersebut dapat berjalan efektif sesuai tujuan pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat miskin.

“Kami menargetkan proses penjaringan selesai paling lambat Juni mendatang. Saat ini masih tahap sosialisasi dan pendataan lapangan. Sekarang masih proses penjangkauan, kemungkinan hasil finalnya nanti akan terlihat setelah seluruh tahapan selesai,” pungkasnya.(M.A).